Home/Insight/Gig Economy

Tren Jasa 2026: Dari Jasa Konvensional ke Jasa Absurd dan Anti-Mainstream

Avatar
PenulisMinsurd
Tanggal19 Jan 2026
Tren Jasa 2026: Dari Jasa Konvensional ke Jasa Absurd dan Anti-Mainstream
1 min read
10 views
1 shares

Bukan karena ingin terlihat unik, tapi karena sistem lama gagal mengakomodasi kebutuhan baru. Banyak jasa yang secara bentuk terlihat aneh, namun secara fungsi justru sangat relevan.

Tahun 2026 bukan tentang teknologi baru semata.
Bukan juga soal AI, otomatisasi, atau platform digital yang semakin canggih.

Inti Perubahan di 2026 justru ada pada satu hal yang sering diabaikan: jenis masalah yang dimiliki manusia.

Masalah manusia berubah lebih cepat daripada sistem jasa yang melayaninya.

Selama puluhan tahun, dunia jasa dibangun di atas asumsi bahwa kebutuhan manusia itu stabil dan bisa dikategorikan. Maka lahirlah jasa-jasa konvensional: desain, penulisan, editing, pemasaran, konsultasi, dan seterusnya. Semuanya rapi, terstruktur, dan mudah diberi nama.

Namun memasuki tahun 2026, asumsi ini mulai runtuh.

Manusia modern menghadapi masalah yang semakin personal, kompleks, dan sering kali sulit dijelaskan. Banyak persoalan tidak cukup besar untuk konsultan profesional, tapi juga terlalu penting untuk diabaikan. Di sinilah tren jasa mulai bergeser.

Bukan ke arah yang lebih canggih, tapi ke arah yang lebih spesifik. Bahkan, sering kali terlihat absurd.

Pergeseran Besar: Dari Skill-Based ke Problem-Based Service

Tren Jasa 2026 ditandai oleh pergeseran fundamental: jasa tidak lagi dimulai dari skill, tetapi dari masalah.

Di era sebelumnya, orang menjual apa yang mereka bisa.
Di era baru, orang dibayar karena mampu menyelesaikan sesuatu yang orang lain tidak tahu harus diserahkan ke siapa.
Rekomendasi Kami

GRATIS SALDO 30K

Cek Sekarang →


Inilah yang melahirkan Jasa-jasa Anti Mainstream.

Bukan karena ingin terlihat unik, tapi karena sistem lama gagal mengakomodasi kebutuhan baru. Banyak jasa yang secara bentuk terlihat aneh, namun secara fungsi justru sangat relevan.

Contohnya sederhana:
Ada orang yang tidak butuh jasa menulis,
tapi butuh bantuan menyusun permintaan maaf yang tepat.

Tidak butuh konsultan bisnis,
tapi butuh seseorang untuk memvalidasi ide sebelum mengambil keputusan besar.

Tidak butuh mentor,
tapi butuh sudut pandang netral untuk keluar dari kebuntuan berpikir.

Masalah-masalah ini nyata, namun tidak pernah punya kategori jasa yang jelas.

Kenapa Jasa Absurd Mulai Muncul?
Istilah “jasa absurd” sering disalahpahami sebagai jasa lucu atau tidak masuk akal. Padahal dalam konteks tren 2026, jasa absurd lebih tepat dipahami sebagai jasa yang lahir dari kekosongan sistem.

Absurd bukan karena tidak berguna, tapi karena:

Tidak sesuai klasifikasi lama,
Tidak punya job title resmi,
dan tidak diajarkan di kurikulum formal.

Jasa absurd muncul karena kehidupan manusia semakin tidak linier. Satu orang bisa bekerja di beberapa peran, menghadapi tekanan sosial, ekonomi, dan psikologis sekaligus. Masalah yang muncul pun tidak lagi satu dimensi.
Author

Ditulis oleh Minsurd

Content Creator di Jasurd yang hobi nyari cuan sampingan. Suka nulis tentang tips freelance dan travel hack.