Home/Insight/Tech Hacks

Jasa Absurd Itu Nyata: Kenapa Orang Mau Bayar Hal Aneh?

Avatar
PenulisAdmin Jasurd
Tanggal31 Des 2025
Jasa Absurd Itu Nyata: Kenapa Orang Mau Bayar Hal Aneh?
1 min read
19 views
0 shares

Fenomena jasa absurd bukan lelucon. Ini adalah refleksi perubahan cara manusia hidup. Artikel ini membongkar kenapa jasa sepele punya pasar nyata di Indonesia.

Pernah gak elo kepikiran ada seseorang rela bayar orang asing hanya untuk nemenin chat malam Minggu, mabar santai tanpa target, atau sekadar dengerin curhat tanpa solusi. Kedengarannya absurd? Justru di situlah poin pentingnya.

Fenomena jasa absurd bukan lelucon internet. Ia adalah refleksi langsung dari perubahan cara manusia hidup, bekerja, dan memenuhi kebutuhan emosional maupun praktis di era digital.

Apa Itu Jasa Absurd?
Jasa absurd adalah layanan non-konvensional yang sebelumnya tidak dianggap sebagai pekerjaan atau sumber penghasilan, tapi kini punya nilai ekonomi karena ada permintaan nyata.

Ciri utamanya:
• Tidak membutuhkan sertifikasi formal
• Berbasis waktu, kehadiran, atau pengalaman
• Seringkali bersifat personal dan kontekstual
• Nilainya ditentukan oleh kebutuhan emosional atau situasional


Contoh Nyata di Lapangan:
• Jasa teman chat / Morning Call
• Jasa nemenin ke kondangan (biar gak dikira jomblo)
• Jasa mabar game (gendong rank)
• Jasa dengerin curhat (tanpa nge-judge)


Yang bikin menarik: orang benar-benar membayar untuk ini.
Kenapa Jasa Absurd Sekarang Laku?

1. Kebutuhan Emosional Lebih Nyata dari Sekadar Skill
Di era digital, banyak kebutuhan manusia tidak bisa dipenuhi oleh teknologi sepenuhnya. AI bisa jawab pertanyaan, tapi tidak menggantikan rasa ditemani.
Rekomendasi Kami

GRATIS SALDO 30K

Cek Sekarang →


Kesepian, bosan, overthinking, dan kebutuhan akan interaksi manusia menjadi pain point besar — terutama di kota besar dan di kalangan usia produktif.

2. Gig Economy Mengubah Cara Orang Melihat Pekerjaan
Dulu, pekerjaan identik dengan jam kantor dan kontrak panjang. Sekarang? Kerja berbasis waktu, hasil cepat, dan fleksibel.

Gig economy membuka ruang untuk monetisasi hal-hal kecil. Bukan keahlian besar, tapi availability (ketersediaan) dan presence (kehadiran).

3. Orang Tidak Selalu Butuh yang Terbaik, Tapi yang Tepat
Tidak semua orang butuh psikolog atau mentor mahal. Kadang orang cuma butuh didengerin, ditemani, dan ngobrol tanpa dihakimi. Di situlah jasa absurd menemukan pasarnya.

Jasa Absurd di Indonesia: Kenapa Relevan Banget?
Indonesia punya kombinasi unik: Populasi besar, anak muda dominan,
dan tekanan sosial tinggi. Di sisi lain, banyak waktu luang dan kebutuhan mikro.

Artinya? Supply dan demand ketemu. Inilah kenapa jasa-jasa seperti teman chat, mabar, atau edit video kecil tumbuh secara organik.

Kesimpulan
Jasa absurd bukan tren sementara. Ia adalah produk alami dari perubahan gaya hidup. Bukan semua orang mau jadi profesional. Bukan semua orang punya skill besar.
Tapi hampir semua orang punya waktu, kehadiran, dan empati. Dan hari ini, itu sudah cukup untuk jadi jasa.

Author

Ditulis oleh Admin Jasurd

Content Creator di Jasurd yang hobi nyari cuan sampingan. Suka nulis tentang tips freelance dan travel hack.