Penipuan Jastip di Instagram Masih Marak Terjadi, Kenapa Bisa?

Masih Banyak yang Ketipu Jastip di Instagram, Ini Penyebabnya Jastip lewat DM terlihat cepat dan murah, tapi minim perlindungan. Tanpa escrow, risiko penipuan selalu ada. Jasurd mencoba membawa jastip ke sistem yang lebih aman dan transparan.
Kasus penipuan jastip di Instagram masih terus terjadi hingga sekarang. Modusnya beragam: akun jastip fiktif, testimoni palsu, harga terlalu murah, hingga seller yang menghilang setelah transfer dilakukan. Meski sudah sering viral, praktik ini tetap berulang karena satu hal utama: transaksi dilakukan tanpa sistem pengaman.
Sebagian besar transaksi jastip di Instagram masih mengandalkan kepercayaan personal. Seeker diminta transfer langsung ke rekening penjual, tanpa escrow, tanpa perjanjian tertulis, dan tanpa pihak penengah. Ketika masalah terjadi, pembeli tidak punya perlindungan apa pun selain harapan penjual beritikad baik.
Ironisnya, banyak korban penipuan justru adalah pengguna aktif media sosial yang merasa “sudah biasa” beli lewat DM. Kecepatan dan kemudahan sering kali mengalahkan faktor keamanan.
Kenapa Jastip Butuh Platform, Bukan Sekadar DM?
Masalah utama jastip di Instagram bukan pada jasanya, tapi pada sistemnya. Tanpa mekanisme penahanan dana, tanpa rekam jejak transaksi, dan tanpa identitas yang diverifikasi, risiko penipuan akan selalu ada.
Di sinilah relevansi platform seperti Jasurd muncul.
Jasurd membawa konsep jastip ke dalam sistem marketplace dengan escrow. Dana dari Seeker ditahan sementara dan baru diteruskan ke Solver setelah jasa selesai sesuai kesepakatan. Jika terjadi masalah, ada mekanisme penyelesaian yang jelas, bukan sekadar saling blokir di DM.
Jastip Aman Bukan Soal Harga, Tapi Sistem
Banyak orang tertipu bukan karena kurang pintar, tapi karena tidak punya alternatif yang lebih aman. Selama jastip hanya bergantung pada DM Instagram, risiko akan selalu ada.
Ke depan, jastip yang aman bukan soal siapa yang paling murah, tapi siapa yang punya sistem transaksi yang melindungi kedua belah pihak.
Dan di situlah Jasurd memposisikan diri:
bukan menghilangkan jastip, tapi membuatnya lebih aman dan masuk akal.
Ditulis oleh Admin Jasurd
Content Creator di Jasurd yang hobi nyari cuan sampingan. Suka nulis tentang tips freelance dan travel hack.