Home/Insight/Gig Economy

Kesepian Jadi Masalah Nasional? Data Sosial dan Dampaknya ke Dunia Jasa

Avatar
PenulisAdmin Jasurd
Tanggal2 Jan 2026
Kesepian Jadi Masalah Nasional? Data Sosial dan Dampaknya ke Dunia Jasa
1 min read
3 views
0 shares

Ketika kesepian menjadi fenomena sosial, kehadiran manusia pun berubah menjadi jasa.

Kesepian kini bukan lagi isu personal, melainkan fenomena sosial yang semakin nyata di perkotaan modern. Urbanisasi, kerja remote, dan dominasi interaksi digital membuat banyak orang terlihat aktif dan terhubung, tetapi minim kehadiran sosial yang benar-benar personal.

Di tengah kondisi ini, muncul kebutuhan baru: interaksi tanpa tuntutan. Bukan konseling profesional, bukan pula relasi romantis, melainkan kehadiran sederhana—orang yang mau menemani, mendengarkan, atau berbagi waktu tanpa beban emosional yang kompleks.

Kebutuhan inilah yang kemudian bertemu dengan logika gig economy. Interaksi sosial, yang sebelumnya dianggap abstrak dan tidak bernilai ekonomi, kini berubah menjadi jasa mikro yang dapat dipertukarkan. Dari teman chat, mabar game, hingga jasa menemani aktivitas ringan, semua berangkat dari kebutuhan yang nyata.

Fenomena ini menegaskan bahwa ekonomi modern tidak hanya bergerak pada skill teknis, tetapi juga pada kebutuhan emosional. Selama ada kebutuhan dan kesepakatan, interaksi manusia pun menjadi bagian dari ekosistem ekonomi.

Author

Ditulis oleh Admin Jasurd

Content Creator di Jasurd yang hobi nyari cuan sampingan. Suka nulis tentang tips freelance dan travel hack.